16
keutamaan Puasa Sunnah
Ibadah sunnah atau Tathawwu’, dan disebut juga
nafilah, adalah ibadah yang sifatnya tambahan dari ibadah wajib. Seorang muslim
dengan kesadarannya sendiri rerla untuk melakukannya, meski sederhananya hal
itu tidak diwajibkan atasnya.
Setiap kewajiban memiliki nafilah
(sunnah) yang dapat mempertahankan keberadaan kewajiban tersebut serta
meyempurnakan kekurangannya. Sholat lima waktu misalnya, memiliki halat-shalat
sunnah baik sebelum dan sesudahnya. Demikian dengan zakat, yang memiliki
sedekah sifatnya sunnah. Haji dan umrah merupakan hal yang wajib dikerjakan
sekali seumur hidup, sedangkan selebihnya adalah sunnah.
Puasa pun demikian, puasa wajib
dikerjakan pada bulan Ramadhan sedangkan puasa yang sunnah ada banyak jenisnya.
![]() |
| Sumber Gambar : Google Image |
Puasa sunnah menyempurnakan puasa wajib pada hari kiamat
Rasulullah Muhammmad saw bersabda “ yang pertama
kali dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah sholatnya. Jika dia
mendirikan secara sempurna maka ditulis secara sempurna. Jika tidak, Allah swt
berfirman, “ periklsalah, apakah kalian mendapat amanalan sunnah pada hamba-Ku
sehingga bias menyempurnakan shalat wajibnya? Lalu zakatnya juga akan dihitung
seperti itu, lalu semua amalnya juga akan dihisab dengan cara seperti ini.”
(HR. Abu Dawud dan Ahmad)
Perisai yang menjaga dari api neraka
Nabi Muhammad saw bersabda, “Allah swt
berfirman. Puasa adalah perisai yang hamba menjadikannya sebagai tameng dari
api neraka, dan itu untuk-Ku dan Aku yang memberinya pahala.” (HR. Ahmad)
Benteng dan pelindung dari api
neraka
Nabi
Muhammad saw bersabda. “ Puasa adalah perisai, benteng dan pelindung dari api
neraka.” (HR. Ahmad)
Membentingi diri dari syahwat
Nabi
Muhammad saw bersabda, “Wahai para pemuda, barang siapa diantara kalian yang
mampu utnuk menikah, maka menikahlah, karena hal itu lbih menundukkan pandangan
dan menjaga kehormatan. Dan dan barang siapa yang belum mampu maka berpuasalah
karena itu adalah tameng baginya.”
(Muttafaqun ‘alaihi)
Berpuasa sehari di jalan Allah,
Allah akan menjauhkan wajahnya dari api neraka sejauh 70 tahun.
Nabi
Muhammad saw bersabda, “Barangsiapa yang berpuasa sehari di jalan Allah maka
Allah akan menjauhkan wajahnya dari api neraka sejah 70 musim.” (Muttaqun
‘alaihi)
Wasiat dari Nabi Muhammad saw ; puasa
tidak ada ang menyerupainya.
Dari
Abu Ummah r.a berkata “Aku berkata, wahai Rasulullah, perintahkanlah suatu hal
yang Allah akan memberikan manfaatnya bagiku dengan hal itu”, dan lafadz yang
lain “Amalan apa yang afdhal?” Beliau bersabda, “Hendaknya amu berpuasa karena
tidak ada yang serupa dengannya.” (HR. Nasai dan Ibnu Hibban)
Masuk surge dari pintu Arrayyan
Nabi
Muhammad saw bersabda, “Barangsiapa yang menginfakkan dua jenis dari hartanya
di jalan Allah maka akan dipanggil dari pintu-pintu surga, (lalu dikatakan
kepadanya), “Wahai hamba Allah ini adalah kebaikan (dari apa yang kamu
amalkan). Barangsiapa ang termasuk ahli shalat, maka akan dipanggil dari pintu
shalat. Dan barangsiapa yang termasuk ahli puasa, maka akan dipanggil dari
pintu sedekah.”
Di antara perkara pertama yang akan
memasukkan seseorang ke dalam surga
Nabi
Muhammad saw bersabda, “Siapa yang berpuasa pada hari ini?” Berkata Abu Bakar,
‘Saya!” Rasulullah bertanya, “Siapa yang diantara kaian mengantarkan jenazah
pada hari ini?” Abu Bakar berkata, “Saya!” Rasulullah bertanya, “Dan siapakah
yang telah memberi makan orang miskin hari ini?” Abu Bakar berkata, “Saya!”
Rasulullah bertanya, “Dan siapa yang telah menjenguk orang sakit hari ini?” Abu
Bakar berkata “Saya!” Lalu Rasulullah Muhammad saw bersabda, “Tidaklah semua
itu ada dalam diri seseorang kecuali ia pasti akan masuk surga.”
Penghapus dosa
Rasulullah
Muhammad saw bersabda, “Fitnah seseorang itu ada pada keluarganya, hartanya,
anaknya, dan tetangganya. Dan yang dapat menghapusnya adalah sholat, puasa,
sedekah, amar ma’ruf, dan nahi munkar.”
Menghilangkan kedengkian, iri hati,
dan waswas (kegelisahan) di dada.
Nabi
Muhammad saw bersabda, “Puasa sebulan (Ramadhan) adalah kesabaran dan tiga hari
setiap bulan menghilangkan kedengkian hati.” ((HR. Al-Bazzar dan Ahmad).
Allah menyiapkan kamar-kamar yang
tinggi bagi orang yang rutin puasa sunnah
Nabi
Muhammad saw bersabda, “Sesungguhnya di surga terdapat kamar yang bagian
luarnya terlihat dari bagian dalamnya, dan dalamnya terlihat dari luarnya.
Allah menyediakan untuk orang-orang yang member makan, yang melembutkan
perkataan dan rutin berpuasa, menyebarkan salam, dan shalat malam ketika
manusia sedang tertidur.” (HR. Ahmad)
Diantara harta yang paling agung
Nabi
Muhammad saw bersabda. “Harta yang agung dalah puasa pada musim dingin.” (HR.
Tirmidzi).
Memberi syafaat pada hari kiamat.
Nabi
Muhammad saw bersabda, “Puasa dan Al-Qur’an membei safaat bagi hamba di hari
kiamat. Puasa berkata, “Wahai Rabb, saya menghalanginya untuk makan dan
memperturutkan syahwatnya, maka berilah safaatku padanya.” Dan al-Qur’an
berkata. “Saya menghalanginya tidur dimalam hari maka berilah syafaatku
padanya.” (HR. Ahmad)
Barangsiapa yang diwafatkan dalam
keadaan berpuasa maka masuk syurga.
Dari
hudzaifah r.a berkata, “Aku menyandarkan Rasulullah saw ke dadaku, lalu beliau
bersabda, “Barang siapa yang membaca laa
ilaaha illallah dengan mengharapkan Wajah Allah dan wafat dalam keadaan
yang demikian maka ia masuk surga. Dan barangsiapa an gang berpuasa sehari
dengan mengharap Wajah Allah lalu wafat dalam keadaan yang demikian maka ia
masuk surga. Dan barangsiapa yang
bersedekah dengan mengharap wajah Allah dan wafat dalam keadaan yang demikian
maka ia masuk surge.” (HR. Ahmad)
Doa orang yang berpuasa tidak
tertolak sampai berbuka, dan ketika berbuka
Nabi
Muhammad saw bersabda, “Tiga orang yang doa mereka tidak tertolak, pemimpin
yang adil, orang yang berpuasa sampai berbuka, dan doa orang yang terzalimi.
Doanya diangkat diatas awan dan pintu langit dibukakan baginya. Dan berkata
Rabb, demi kemuliaan-Ku Aku akan menulongmu meski setelah berselang beberapa
lama.” (HR. Ibnu Majah)
Dari
beberapa manfaat diatas, semoga kita dapat melakukan Puasa Sunnah hanya untuk
mengharap Rahmat-Nya. Dan semoga Allah swt mencatat kita sebagai
hamba-hamba-Nya yang gemar berpuasa sunnah. Amin.
Sumber :
Buletin
Dakwah Al-Fikrah
Edisi Mingguan Al-Fikrah No. 19 XIV, (23 Jumadal
Akhirah 1434 H / Jum’at 03 mei 2013). 
Tidak ada komentar:
Posting Komentar