Kamis, 23 Mei 2013

Seks dan Seksualitas : Buka Tutup Selubung

Perbuatan seks, yang melibatkan kenikmatan saraf-saraf di tubuh kita dan acapkali terlampau terpaku ada organ tubuh yang dipahami sebagai alat kelamin (penis dan vagina) tetapi sebetulnya dapat juga melibatkan organ lain seperti tangan, dada, sela paha, mulut dan dubur, dan pemahamannya secara sosial-budaya yang dikenal dengan istilah seksualitas, pada hemat saya terlalu diistimewakan dalam masyarakat kita.

Patut kita renungkan mengapa seks dan seksualitas begitu diistimewakan, sehingga diselubungi, diintip, dikomodifikasi, diharamkan, bahkan ada yang dikutuk (seperti seks di antara saudara, orangtua dan anak, dsb.), namun juga oleh sebagian orang dianggap amat berharga, bahkan dirayakan. Ancangan berpikir konstruksi social menyadari bahwa penyelubungan, pelarangan dll. Itu disusun oleh suatu masyarakat, biasanya oleh mereka yang berkuasa di dalamnya, secara berbeda atau lain dengan apa yang didapati di masyarakat lain.

Di Mesir pada zaman Cleopatra misalnya, justru perkawinan antar saudara kandung menjadi pola pada keluarga kerajaan, supaya tuah kerajaan (artinya juga harta dan kekuasaan) tetap di dalam dinasti yang berkuasa. Di banyak masyarakat Nusantara, perkawinan antara sepupu sering terjadi. Sementara masyarakat yang didasari pemikiran genetika modern cenderung menabukannya. Penetrasi anal terhadap anak laki-laki oleh laki-laki dewasa sebaya ayah mereka (tetapi bukan ayahnya sendiri) pernah menjadi ritus akil-balig bagi anak laki-laki di beberapa kelompok etnik di Melanesia, seperti pernah dicatat pada suku Asmat sebelum masuknya agama Kristen Katolik.

Dalam sejarah masyarakat di Nusantara pernah ada penulisan dan pencitraan yang lugas dan terbuka mengenai seks dan seksualitas. Serat Centhini dan banyak lagi naskah Jawa semasa dari abad ke-18 dan 19, misalnya, dengan ceria dan berseni menggambarkan dua orang santri yang sesudah melakukan hubungan seks oral, mandi junub dan kemudian sholat subuh bersama. Tidak ada rasa bersalah, tidak ada yang istimewa, dan hebatnya, adegan itu diungkapkan dalam puisi yang bermutu tinggi. Di candi-candi peninggalan kerajaan-kerajaan Hindu di Nusantara juga ditemui lingga dan yoni yang merupakan representasi penis dan vagina. Dan sebetulnya kalau kita melihat masyarakat kita yang tidak munafik, umumnya di kalangan kelas pekerja, masih banyak ekspresi seks dan seksualitas yang lugas dan cenderung merayakannya, seperti ukiran kayu atau kulit kerang berbentuk penis berbagai ukuran yang dibuat dan dijual di banyak tempat.


Selasa, 07 Mei 2013

16 keutamaan Puasa Sunnah
Ibadah sunnah atau Tathawwu’,  dan disebut juga nafilah, adalah ibadah yang sifatnya tambahan dari ibadah wajib. Seorang muslim dengan kesadarannya sendiri rerla untuk melakukannya, meski sederhananya hal itu tidak diwajibkan atasnya.
       Setiap kewajiban memiliki nafilah (sunnah) yang dapat mempertahankan keberadaan kewajiban tersebut serta meyempurnakan kekurangannya. Sholat lima waktu misalnya, memiliki halat-shalat sunnah baik sebelum dan sesudahnya. Demikian dengan zakat, yang memiliki sedekah sifatnya sunnah. Haji dan umrah merupakan hal yang wajib dikerjakan sekali seumur hidup, sedangkan selebihnya adalah sunnah.
         Puasa pun demikian, puasa wajib dikerjakan pada bulan Ramadhan sedangkan puasa yang sunnah ada banyak jenisnya.


Sumber Gambar : Google Image

Puasa sunnah menyempurnakan puasa wajib pada hari kiamat
Rasulullah Muhammmad saw bersabda “ yang pertama kali dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah sholatnya. Jika dia mendirikan secara sempurna maka ditulis secara sempurna. Jika tidak, Allah swt berfirman, periklsalah, apakah kalian mendapat amanalan sunnah pada hamba-Ku sehingga bias menyempurnakan shalat wajibnya? Lalu zakatnya juga akan dihitung seperti itu, lalu semua amalnya juga akan dihisab dengan cara seperti ini.” (HR. Abu Dawud dan Ahmad)

Perisai yang menjaga dari api neraka
Nabi Muhammad saw bersabda, “Allah swt berfirman. Puasa adalah perisai yang hamba menjadikannya sebagai tameng dari api neraka, dan itu untuk-Ku dan Aku yang memberinya pahala.” (HR. Ahmad)

Benteng dan pelindung dari api neraka
Nabi Muhammad saw bersabda. “ Puasa adalah perisai, benteng dan pelindung dari api neraka.” (HR. Ahmad)

Membentingi diri dari syahwat
Nabi Muhammad saw bersabda, “Wahai para pemuda, barang siapa diantara kalian yang mampu utnuk menikah, maka menikahlah, karena hal itu lbih menundukkan pandangan dan menjaga kehormatan. Dan dan barang siapa yang belum mampu maka berpuasalah karena itu adalah tameng baginya.”  (Muttafaqun ‘alaihi)

Berpuasa sehari di jalan Allah, Allah akan menjauhkan wajahnya dari api neraka sejauh 70 tahun.
Nabi Muhammad saw bersabda, “Barangsiapa yang berpuasa sehari di jalan Allah maka Allah akan menjauhkan wajahnya dari api neraka sejah 70 musim.” (Muttaqun ‘alaihi)

Wasiat dari Nabi Muhammad saw ; puasa tidak ada ang menyerupainya.
Dari Abu Ummah r.a berkata “Aku berkata, wahai Rasulullah, perintahkanlah suatu hal yang Allah akan memberikan manfaatnya bagiku dengan hal itu”, dan lafadz yang lain “Amalan apa yang afdhal?” Beliau bersabda, “Hendaknya amu berpuasa karena tidak ada yang serupa dengannya.” (HR. Nasai dan Ibnu Hibban)

Masuk surge dari pintu Arrayyan
Nabi Muhammad saw bersabda, “Barangsiapa yang menginfakkan dua jenis dari hartanya di jalan Allah maka akan dipanggil dari pintu-pintu surga, (lalu dikatakan kepadanya), “Wahai hamba Allah ini adalah kebaikan (dari apa yang kamu amalkan). Barangsiapa ang termasuk ahli shalat, maka akan dipanggil dari pintu shalat. Dan barangsiapa yang termasuk ahli puasa, maka akan dipanggil dari pintu sedekah.

Di antara perkara pertama yang akan memasukkan seseorang ke dalam surga
Nabi Muhammad saw bersabda, “Siapa yang berpuasa pada hari ini?” Berkata Abu Bakar, ‘Saya!” Rasulullah bertanya, “Siapa yang diantara kaian mengantarkan jenazah pada hari ini?” Abu Bakar berkata, “Saya!” Rasulullah bertanya, “Dan siapakah yang telah memberi makan orang miskin hari ini?” Abu Bakar berkata, “Saya!” Rasulullah bertanya, “Dan siapa yang telah menjenguk orang sakit hari ini?” Abu Bakar berkata “Saya!” Lalu Rasulullah Muhammad saw bersabda, “Tidaklah semua itu ada dalam diri seseorang kecuali ia pasti akan masuk surga.

Penghapus dosa
Rasulullah Muhammad saw bersabda, “Fitnah seseorang itu ada pada keluarganya, hartanya, anaknya, dan tetangganya. Dan yang dapat menghapusnya adalah sholat, puasa, sedekah, amar ma’ruf, dan nahi munkar.

Menghilangkan kedengkian, iri hati, dan waswas (kegelisahan) di dada.
Nabi Muhammad saw bersabda, “Puasa sebulan (Ramadhan) adalah kesabaran dan tiga hari setiap bulan menghilangkan kedengkian hati.” ((HR. Al-Bazzar dan Ahmad).

Allah menyiapkan kamar-kamar yang tinggi bagi orang yang rutin puasa sunnah
Nabi Muhammad saw bersabda, “Sesungguhnya di surga terdapat kamar yang bagian luarnya terlihat dari bagian dalamnya, dan dalamnya terlihat dari luarnya. Allah menyediakan untuk orang-orang yang member makan, yang melembutkan perkataan dan rutin berpuasa, menyebarkan salam, dan shalat malam ketika manusia sedang tertidur.” (HR. Ahmad)

Diantara harta yang paling agung
Nabi Muhammad saw bersabda. “Harta yang agung dalah puasa pada musim dingin.” (HR. Tirmidzi).

Memberi syafaat pada hari kiamat.
Nabi Muhammad saw bersabda, “Puasa dan Al-Qur’an membei safaat bagi hamba di hari kiamat. Puasa berkata, “Wahai Rabb, saya menghalanginya untuk makan dan memperturutkan syahwatnya, maka berilah safaatku padanya.” Dan al-Qur’an berkata. “Saya menghalanginya tidur dimalam hari maka berilah syafaatku padanya.” (HR. Ahmad)

Barangsiapa yang diwafatkan dalam keadaan berpuasa maka masuk syurga.
Dari hudzaifah r.a berkata, “Aku menyandarkan Rasulullah saw ke dadaku, lalu beliau bersabda, “Barang siapa yang membaca laa ilaaha illallah dengan mengharapkan Wajah Allah dan wafat dalam keadaan yang demikian maka ia masuk surga. Dan barangsiapa an gang berpuasa sehari dengan mengharap Wajah Allah lalu wafat dalam keadaan yang demikian maka ia masuk surga. Dan barangsiapa  yang bersedekah dengan mengharap wajah Allah dan wafat dalam keadaan yang demikian maka ia masuk surge.” (HR. Ahmad)

Doa orang yang berpuasa tidak tertolak sampai berbuka, dan ketika berbuka
Nabi Muhammad saw bersabda, “Tiga orang yang doa mereka tidak tertolak, pemimpin yang adil, orang yang berpuasa sampai berbuka, dan doa orang yang terzalimi. Doanya diangkat diatas awan dan pintu langit dibukakan baginya. Dan berkata Rabb, demi kemuliaan-Ku Aku akan menulongmu meski setelah berselang beberapa lama.” (HR. Ibnu Majah)


     Dari beberapa manfaat diatas, semoga kita dapat melakukan Puasa Sunnah hanya untuk mengharap Rahmat-Nya. Dan semoga Allah swt mencatat kita sebagai hamba-hamba-Nya yang gemar berpuasa sunnah. Amin.

Sumber : 
Buletin Dakwah Al-Fikrah
Edisi Mingguan Al-Fikrah No. 19 XIV, (23 Jumadal Akhirah 1434 H / Jum’at 03 mei 2013).